The History Of Java: Sejarah Lengkap Pulau Jawa
Judul : The History Of Java
Pengarang : Thomas Stamford Raffles
Penerbit : John Murray
Bahasa : Bahasa Inggris
Jumlah halaman : xlviii + 479
Sejak awal, Raffles memiliki minat besar kepada bahasa dan adat istiadat Jawa. Raffles pertama kali mengutarakan niat menulis buku tentang Jawa dan masyarakatnya kepada Elton Hammond, keponakannya, pada 1813. Saat itu Raffles masih menjabat sebagai letnan gubernur jenderal di Jawa. Karena itu, Raffles masih harus menangguhkan pengerjaan buku tersebut karena waktunya habis untuk urusan pekerjaan. Tetapi, Raffles masih punya cukup waktu untuk mengumpulkan bahan-bahan untuk menulis buku.
Kepada Hammond, seperti diungkap P. Swantoro pada salah satu kolomnya yang terkumpul dalam Dari Buku ke Buku (2016), Raffles menyampaikan keyakinannya bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki informasi tentang Jawa selengkap dirinya. Selama lima tahun masa kerjanya di Jawa, Raffles mengumpulkan banyak sekali sumber tentang Jawa. Bahan-bahan penting itu Raffles kumpulkan dengan bantuan beberapa kolega dan bawahannya. Misalnya, untuk bidang kepurbakalaan, Raffles mendapat bantuan data-data lapangan dari Hermanus Christiaan Cornelius. H.C. Cornelius adalah seorang tentara bagian zeni berkebangsaan Belanda yang ditugaskan Raffles meneliti Candi Borobudur pada tahun 1814. Cornelius mengarahkan sekitar 200 orang untuk membantunya dan butuh waktu enam minggu untuk melakukan penelitian. Hasil dari penelitiannya adalah deskripsi ringkas dan sejumlah gambar tentang candi tersebut.
Lalu, untuk menghimpun data-data pengetahuan alam, Raffles mendapat bantuan dari Thomas Horsfield, yang merupakan seorang Naturalis berkebangsaan Amerika. Selain memanfaatkan tenaga ahli bangsa Eropa, Raffles juga memanfaatkan pengetahuan orang-orang pribumi. Bantuan orang-orang pribumi Jawa terutama dibutuhkan Raffles untuk telaah epigrafi dan menerjemahkan naskah-naskah sastra dan sejarah Jawa. Secara khusus, Raffles menghimpun kelompok kecil cendekia pribumi di Bogor untuk membantunya. Di antara mereka terdapat bupati Semarang, Kiai Adipati Suria Adimenggala dan kedua puteranya, Raden Saleh dan Raden Sukur. Raden Saleh dan Raden Sukur fasih berbahasa Inggris berkat pendidikannya di Kalkuta. Sementara Ayah mereka adalah seorang priyayi cerdas yang membantu Raffles menerjemahkan naskah babad. Lain itu, ada pula Panembahan Sumenep, Natakusuma, yang menguasai sejarah Jawa dan kitabkitab Arab. Raffles mengakui, alur-utama cerita-sejarah History of Java didasarkan pada hasil pemadatan bahan-bahan yang telah dilakukan oleh Kiai Adipati. Raffles menilai hasil kerja bupati itu paling berkesinambungan.
Kelebihan dari buku ini adalah isi dalam buku History of Java sangat lengkap dan rinci. Cakupan pembahasan Raffles komprehensif. Keteranganketerangan dalam teks-nya dilengkapi dengan catatan-catatan kaki yang detail. Referensi berhubungan pada zamannya digunakannnya untuk memperkaya keterangan. Sampai sekarang, selalu ada hal-hal yang berharga yang bisa dipelajari daripadanya untuk kepentingan masa kini. Kekurangan dari buku ini adalah bahasanya yang bisa dianggap cukup kuno dan juga hasil terjemahan yang mungkin kurang jelas atau sulit dipahami oleh pembaca.
Buku History of Java ada buku yang ditulis oleh Thomas Stamford Raffles. Buku ini berisi tentang geografi, asal-usul penduduk, pertanian, industri, perdagangan, karakter penduduk, kebudayaan, dan bahasa Jawa. Buku ini telah menjadi salah satu sumber sejarah paling awal dan paling penting untuk mengetahui kehidupan beragama, budaya, aturan masyarakat Jawa pada masa lalu. Raffles yang sangat terobsesi dengan eksotisme Jawa merekam dengan sangat baik dan detail keragaman dan keunikan tanah Jawa dan penduduknya serta segala perkembangan Agama agama saat itu, budayanya dan aturan aturan yang ada. Saat meninggalkan Jawa dan Sumatra, Raffles menangis meratapi alam dan penduduk yang dicintainya, yang dihentikannya dari perbudakan, yang digambarkannya sebagai ”orang pribumi yang tenang, sedikit berpetualang, tidak mudah terpancing melakukan kekerasan atau pertumpahan darah”.

Komentar
Posting Komentar